PT. ABC mengalami peningkatan permintaan produk ember plastik sehingga perlu meningkatkan kapasitas produksi
melalui optimalisasi proses pembuatan ember plastik dengan memanfaatkan sumber daya yang sudah ada. Optimalisasi ini
dilakukan dengan mencari variabel setting yang optimal untuk proses pembuatan ember plastik pada mesin injection
molding, sedemikian sehingga waktu siklus dapat dipercepat dan pada akhirnya meningkatkan jumlah produksi dengan
jumlah produk cacat tidak melebihi 5%. Metode yang digunakan adalah desain eksperimen, khususnya metode desain
faktorial. Varibel respon dalam desain faktorial ini adalah waktu siklus, sedangkan variabel bebas (faktor) adalah screw
speed, cooling time, dan inject pressure. Pengolahan data dan analisa variansi menunjukkan bahwa faktor-faktor tersebut
mempunyai efek yang signifikan terhadap respon dimana level optimalnya adalah screw speed 60 mm/detik, cooling time 33
detik, dan inject pressure 95 kg/cm². Analisa pengaruh masing-masing faktor melalui analisa response surface menunjukkan
bahwa faktor screw speed secara individual tidak berpengaruh terhadap respon karena adanya ketergantungan terhadap
inject pressure. Sedangkan Cooling time dan injection pressure secara individual menunjukkan pengaruh yang signifikan.
Interaksi yang memberikan pengaruh signifikan terhadap respon adalah faktor inject pressure kuadratik. Perbandingan
antara setting optimal dengan setting awal menunjukkan bahwa waktu siklus menjadi lebih cepat sekitar 20 %, dengan
jumlah reject < 5 %.