Rumput laut adalah salah satu hasil alam Indonesia yang sedang berkembang sekarang. Rumput
laut biasa dikeringkan terlebih dahulu guna mengurangi bobot pengiriman dan agar tidak mudah
rusak. Rumput laut dikeringkan dengan cara dijemur dibawah sinar matahari. Pengeringan secara
tradisional ini memerlukan waktu yang lama untuk mendapatkan rumput laut yang kering dan siap
dikirim. Oleh karenanya digunakan ketel uap agar mempercepat proses pengeringan dari rumput
laut. Ketel uap yang digunakan adalah ketel uap piapa api, karena tekanan kerja hanya 7 bar
(gauge). Ketel uap dirancang untuk menghasilkan uap jenuh sebanyak 500 kg/jam. Ketel berupa
alat penukar kalor jenis shell and tube yang dilengkapi dengan cerobong, dengan menggunakan
bahan bakar batubara. Dari hasil perancangan didapat kebutuhan bahan bakar sebanyak 82
kg/jam, jumlah pipa sebanyak 268 buah, dengan diameter 52,7 mm, panjang 6 m, dengan susunan
pipa berjajar dan jarak antar pipa sebesar 121 mm. sehingga didapat diameter selimut sebesar
2,396m, dengan menggunakan isolasi berbahan rockwool setebal 27 cm.